Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan pentingnya kerja bersama. Ia mengajak semua pihak, dari kepala desa, lurah, camat, hingga bupati dan walikota, untuk duduk satu meja, berjalan satu arah, dan melangkah satu tujuan : membangun keluarga Indonesia yang mandiri, berdaya, dan sejahtera.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. PKH adalah program besar yang butuh kolaborasi luar biasa,” katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjadi motor penggerak pembangunan sosial, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
PKH dan Mimpi Besar Indonesia Emas 2045
Indonesia tidak kekurangan mimpi. Tapi mimpi itu harus dibangun dengan aksi. Program Keluarga Harapan adalah jembatan menuju mimpi itu. Saat kita bicara Indonesia Emas 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, kita sedang bicara tentang generasi bebas stunting, ekonomi yang tumbuh dari desa, dan rakyat yang berdiri di atas kaki sendiri.
Lampung, lewat komitmen Gubernur dan kerja keras ribuan SDM PKH, menunjukkan bahwa kita serius menapaki jalan itu. Perayaan ke-18 tahun PKH bukan hanya ulang tahun, ini adalah peringatan akan tanggung jawab besar, sekaligus semangat baru untuk terus bergerak.
Apresiasi untuk Para Pahlawan Sosial di Lapangan
Tak lengkap rasanya jika tidak memberikan apresiasi luar biasa kepada para pendamping sosial PKH yang berjibaku di pelosok desa, menembus hujan dan panas, demi memastikan bantuan sampai, edukasi tersampaikan, dan perubahan benar-benar terjadi.
Mereka bukan hanya petugas, tapi pahlawan kemanusiaan. Di tangan mereka, perubahan itu dimulai, dari hal kecil, dari keluarga ke keluarga, dari desa ke bangsa.
Mari Jadikan Lampung Maju, Indonesia Emas Bukan Lagi Impian!
Perjalanan menuju Indonesia Emas bukanlah jalan lurus tanpa tantangan. Namun dengan tekad, sinergi, dan kerja keras seluruh elemen bangsa, termasuk Program Keluarga Harapan, kita bisa melampaui segala rintangan.
Hari ini, mari kita rayakan bukan hanya usia PKH yang ke-18, tapi juga semangat juang yang tak pernah padam. Lampung telah memilih untuk berdiri di barisan terdepan.
