“Tidak boleh ada lagi anak Lampung yang terpinggirkan hak pendidikannya. Ini wujud nyata keadilan dan pemerataan!” seru Gubernur. Kebijakan tersebut dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk :
- Mengeliminasi disparitas pendidikan antara pusat kota dan daerah terpencil.
- Memastikan kesetaraan kesempatan bagi seluruh siswa, tanpa memandang latar belakang finansial.
- Memperkuat pilar pendidikan sebagai fondasi kemajuan daerah.
Respons Antusias dari Generasi Penerus
Julia Syaputri, salah satu peserta didik baru dari SMPN 32 Bandar Lampung, menyatakan sukacitanya yang meluap atas kesempatan bertemu langsung Gubernur. “Ini pengalaman langka yang tak semua siswa dapatkan!” ujarnya penuh semangat. Antusiasme Julia merefleksikan gelora optimisme generasi muda Lampung menyambut janji transformasi pendidikan ini.
Penutup: Visi Membangun SDM Paripurna*
Gubernur menekankan bahwa penghapusan biaya komite hanyalah langkah awal dalam agenda besar pembenahan pendidikan. “Infrastruktur dan kualitas guru akan terus kami tingkatkan secara sistematis,” tandasnya. Kunjungan ini menjadi penanda sejarah dimulainya Revolusi Pendidikan Lampung yang berprinsip: Merata, Berkualitas, dan Manusiawi.
