
Aziyan Azhari : Penjaga Asa Way Haru dan Siring Gading
Aziyan Azhari bukan hanya nama. Di medan ekstrem Way Haru dan Siring Gading, ia adalah simbol ketangguhan. Dengan motor tua yang setia menemani, Aziyan menyusuri jalur tanah yang licin seperti sabun. Tanjakan curam, tikungan yang cukup untuk uji mental, dan batang pohon melintang adalah sarapannya setiap kunjungan.
Namun di balik itu, ada senyum tulus yang selalu menyapa setiap kali ia tiba. “Kalau jalan gampang, bukan wilayah akses namanya,” ujarnya sambil mengelap peluh dan lumpur dari sepatu boot-nya yang tinggal sol.
Aziyan tidak hanya mendampingi. Ia menghidupi nilai-nilai PKH di pelosok yang bahkan Google Maps pun belum tentu tahu.
Mat Nazwar : Si Pendiam yang Menyeruak Jalan ke Bandar Dalam dan Way Tias

Sementara itu, di sisi lain medan, Mat Nazwar melaju tanpa banyak bicara. Tapi aksinya lantang. Mendampingi Bandar Dalam dan Way Tias, Mat harus siap dengan segala kemungkinan, termasuk tidur di rumah warga karena jembatan putus atau hujan deras yang membuat motor seperti berenang.
Ia tenang tapi tangguh. Tidak banyak kata, tapi setiap tindakannya membawa makna. Bagi warga di dua pekon itu, Mat bukan hanya pendamping sosial, tapi juga teman bicara, penyampai harapan, dan kadang tukang servis motor darurat.

1 thought on “Melawan Segala Rintangan, Pendamping PKH Buktikan Cinta untuk Negeri”