Dalam kegiatan ini, mereka mengawal distribusi 50 paket sembako, membantu koordinasi penerima 2 kursi roda, dan menyampaikan pesan penting kepada kelompok UEP penerima 5 mesin jahit : bahwa alat bukanlah tujuan akhir, tapi sarana untuk memulai langkah kemandirian ekonomi.
PKH: Program Harapan yang Dibawa oleh Pendamping Hebat

Program Keluarga Harapan (PKH) bukan sekadar daftar nama dan bantuan rutin. Ia adalah jembatan sosial, dan para pendampingnya adalah tiang-tiang penyangga. Mereka memastikan bahwa bantuan tidak hanya diterima, tapi dipahami dan dimanfaatkan.
Di Kecamatan Seputih Agung, kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, masyarakat, hingga SDM PKH menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan sosial tak harus rumit — cukup dengan niat, semangat, koordinasi yang rapi, dan (jangan lupa) secangkir kopi sachet untuk para pendamping yang rela begadang demi kelancaran acara. 😄.
Program Keluarga Harapan (PKH) bukan sekadar transfer dana atau karung sembako. Ia menjadi alat pemberdayaan, karena ada SDM PKH di belakangnya: mereka yang turun langsung, menyulut semangat, menanamkan keterampilan, dan tak jarang — jadi tempat curhat warga (termasuk soal jodoh anaknya 😄).
Harapan Itu Nyata – Bersama PKH
Kegiatan pembagian 50 paket sembako, 5 mesin jahit untuk UEP, dan 2 kursi roda ini bukan sekadar simbolisasi bantuan. Ini adalah simbol nyata dari kepedulian, komitmen pemerintah, dan peran strategis pendamping PKH dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Seputih Agung hari itu menjadi saksi bahwa ketika bantuan sosial dibarengi dengan edukasi dan pendampingan yang menyentuh akar rumput, maka hasilnya bukan sekadar senyum di hari pembagian – tapi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik.
