Pesan Pendamping PKH untuk KPM yang Ingin Mandiri
Ziara Ayuningdyah Rizky Artharina, Pendamping Sosial PKH yang mendampingi Ibu Siti, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian ini.
“Graduasi mandiri bukanlah hal yang mudah, tetapi Bu Siti membuktikan bahwa tekad dan kerja keras bisa membawa perubahan besar. Semoga kisah ini menginspirasi KPM lainnya untuk bangkit dan mandiri. Setiap bantuan adalah jembatan menuju kemandirian, bukan tempat untuk bergantung selamanya.”
Sebagai pendamping sosial, kami merasa bangga dan terharu melihat keberanian dan kerja keras Ibu Siti Marhamah. Proses menuju kemandirian bukanlah hal yang mudah, tapi beliau mampu membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, tantangan apa pun bisa dihadapi.
Di akhir perbincangan, Ibu Siti membagikan semangatnya kepada para KPM lain yang masih berada dalam proses menuju kemandirian.
“Jangan hanya menunggu bantuan. Mulailah dari hal kecil, dari rumah. Yakinlah bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. “Kalau saya bisa, insyaAllah yang lain juga bisa. Jangan takut memulai, meskipun dari kecil. Sisihkan bantuan untuk masa depan. Mulailah dari rumah, dari hal yang paling bisa dilakukan. Lama-lama hasilnya akan terasa,” katanya penuh semangat.
Kisah Ibu Siti Marhamah adalah bukti bahwa program bantuan sosial seperti PKH dapat menjadi titik tolak untuk perubahan hidup yang lebih baik. Graduasi mandiri bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari perjalanan baru yang lebih menantang dan bermakna.
Graduasi Mandiri: Bukti Nyata Kemandirian Ekonomi
Kisah Siti Marhamah adalah cermin keberhasilan program PKH yang memberikan peluang bagi keluarga prasejahtera untuk bangkit. Graduasi mandiri bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi.
Mari kita dukung lebih banyak KPM seperti Ibu Siti agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dari desa hingga kota.
Artikel ini diterbitkan sebagai bentuk dokumentasi dan penyemangat bagi seluruh KPM PKH di Kabupaten Lampung Tengah, khususnya di Kecamatan Terusan Nunyai.

6 thoughts on “Kisah Inspiratif KP PKH : Siti Marhamah Bangkit Lewat Usaha Keripik Singkong di Lampung Tengah”