Kampung Tanjung Anom, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah – Sosok sederhana namun penuh semangat, Siti Marhamah, seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), kini sukses menjalani graduasi mandiri setelah berhasil mengembangkan usaha rumahan pembuatan keripik dan kerupuk singkong.
Di balik senyum hangat seorang ibu rumah tangga bernama Siti Marhamah, tersimpan cerita perjuangan yang patut menjadi inspirasi bagi banyak keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). Sejak tahun 2022, beliau memutuskan untuk bangkit dari ketergantungan bantuan dan mulai meniti jalan kemandirian ekonomi melalui usaha rumahan pembuatan keripik dan kerupuk singkong.
Bertempat di kediamannya yang sederhana, Ibu Siti memulai usahanya hanya berdua bersama sang anak. Dengan modal awal yang terbatas, ia memanfaatkan sebagian dari bantuan PKH dan BPPNT yang diterimanya untuk ditabung secara bertahap. Tabungan inilah yang kemudian digunakan untuk membeli peralatan produksi sederhana mulai dari baskom, penggorengan, hingga plastik kemasan dan lain-lain.
“Awalnya saya ragu, tapi saya pikir tidak selamanya saya harus bergantung pada bantuan. Saya ingin mandiri dan memberikan contoh untuk anak-anak,” ujar Ibu Siti saat ditemui di rumahnya.
Hasil dari kerja kerasnya kini mulai membuahkan hasil. Setiap bulan, omzet dari penjualan keripik dan kerupuk singkongnya terus menunjukkan peningkatan. Produk buatannya tidak hanya dijual di lingkungan sekitar, tetapi juga sudah mulai merambah ke pasar yang lebih luas berkat promosi dari mulut ke mulut dan media sosial lokal.
Melihat perkembangan usahanya yang stabil, pada tahun 2025 ini, Ibu Siti dengan penuh keyakinan mengajukan diri untuk graduasi mandiri, yakni mengundurkan diri secara sukarela sebagai penerima bantuan PKH. Keputusan ini menjadi bukti nyata bahwa bantuan sosial dapat menjadi jembatan menuju kemandirian, bukan sekadar sandaran hidup jangka panjang.
“Saya ingin bantuan ini bisa dialihkan untuk mereka yang lebih membutuhkan. Saya sudah merasa cukup dan siap berdiri di atas kaki sendiri,” tutur Ibu Siti dengan mata berkaca-kaca penuh haru.
Pesan Pendamping PKH untuk KPM yang Ingin Mandiri
Ziara Ayuningdyah Rizky Artharina, Pendamping Sosial PKH yang mendampingi Ibu Siti, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian ini.

6 thoughts on “Kisah Inspiratif KP PKH : Siti Marhamah Bangkit Lewat Usaha Keripik Singkong di Lampung Tengah”