PKH Lampung News – Sektor properti terbukti menjadi ladang subur bagi para pengusaha di Indonesia. Kekayaan yang dihasilkan dari bisnis ini mengantarkan mereka ke jajaran orang terkaya di negeri ini, bahkan di Asia. Berikut adalah ulasan mengenai beberapa tokoh tersebut dan kerajaan properti yang mereka bangun.
Para Konglomerat Properti Indonesia: Siapa Saja Mereka?
-
- Keluarga Widjaja (Sinar Mas Group)
Siapa yang tak kenal Sinar Mas Group? Konglomerasi bisnis ini, yang didirikan oleh Eka Tjipta Widjaja (alm.), memiliki berbagai lini usaha, dan properti merupakan salah satu pilar utamanya. Melalui Sinar Mas Land, mereka mengembangkan proyek-proyek raksasa seperti BSD City dan Green Park Office di BSD, bahkan merambah hingga Chengdu, China. Kekayaan keluarga Widjaja diperkirakan mencapai US$ 18,9 miliar per Desember 2024.
-
- Dato Sri Tahir (Mayapada Group)
Mayapada Group, yang dipimpin oleh Dato Sri Tahir, juga memiliki jejak kuat di sektor properti. Selain bergerak di bidang perbankan dan kesehatan, Mayapada memiliki lebih dari empat menara perkantoran di CBD Jakarta, serta sejumlah hotel dan apartemen di berbagai daerah. Bisnis properti mereka bahkan telah merambah Singapura dengan dua gedung perkantoran di CBD. Kekayaan Tahir diperkirakan mencapai US$ 6,3 miliar.
Baca juga: Sanksi Sosial, Momentum Evaluasi Perda Ketertiban
-
- Wijono & Hermanto Tanoko (Tanrise Property)
Keluarga Tanoko, pemilik perusahaan cat Avian, juga merambah sektor properti melalui PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (Tanrise Property). Mereka mengembangkan berbagai jenis properti, mulai dari hotel (Vasa Hotel, Cleo Business Hotel, Solaris Hotel Bali), perkantoran (Voza Tower, ARC100), residensial, apartemen (Kyo Society, Grand Sunrise), hingga pergudangan (Dakota City). Total kekayaan mereka diperkirakan sekitar US$ 3,3 miliar.
-
- Mochtar Riady (Lippo Group)
Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, dikenal dengan bisnisnya yang merambah berbagai sektor, termasuk properti. Melalui PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk, mereka mengembangkan mal, hotel, dan apartemen, termasuk Hotel Aryaduta, Malang Town Square, City of Tomorrow Surabaya, dan St Moritz Panakukang. Kekayaan Mochtar Riady dan keluarga diperkirakan mencapai US$ 2,5 miliar.
Baca juga: Understanding Conflict Zones: A Comprehensive Overview
-
- Keluarga Ciputra (Ciputra Group)
Setelah kepergian Ciputra pada tahun 2019, kerajaan bisnis properti Ciputra Group diwariskan kepada keluarganya. Dengan lebih dari 70 proyek di 33 kota di Indonesia, Ciputra Group mengembangkan properti seperti CitraGarden City Jakarta, Ciputra Mall & Hotel Jakarta, dan Ciputra World 1 Lotte Shopping Avenue. Bahkan, mereka juga memiliki proyek di luar negeri, yaitu Ciputra Hanoi International City. Kekayaan Keluarga Ciputra diperkirakan mencapai US$ 1,7 miliar.
-
- Husodo Angkosubroto (Gunung Sewu Group)
Sebagai pewaris Gunung Sewu Group, Husodo Angkosubroto melanjutkan bisnis keluarga yang didirikan oleh ayahnya sejak tahun 1953. Melalui Farpoint Realty Indonesia, Gunung Sewu mengembangkan properti seperti Sequis Tower, Verde Two Apartment, dan The Loggia. Kekayaan Husodo Angkosubroto dan keluarga diperkirakan mencapai US$ 1,28 miliar.
Baca juga: Perjuangan Menggugah di Ujung Lampung: Demi P2K2, Mereka Taklukkan Jalanan Bangkunat
-
- Hary Tanoesoedibjo (MNC Land)
Dikenal dengan bisnis media MNC Group, Hary Tanoesoedibjo juga mengembangkan bisnis properti melalui MNC Land. Proyek Lido City, dengan fasilitas lapangan golf dan resort yang akan dikelola oleh perusahaan Donald Trump, menjadi salah satu andalannya. Kekayaan Hary Tanoesoedibjo diperkirakan mencapai US$ 1,2 miliar.
Perlu dicatat bahwa proyek Lido City sempat mengalami penyegelan dan penghentian oleh Kementerian Lingkungan Hidup karena pelanggaran terkait dokumen lingkungan dan dugaan pendangkalan Danau Lido.
Baca juga: Penebalan Bansos 2025 : Pemerintah Tambah Bantuan, Tapi Kenapa Masih Banyak yang Belum Cair?
Para tokoh di atas adalah contoh bagaimana bisnis properti dapat menghasilkan kekayaan yang signifikan. Namun, penting untuk diingat bahwa kesuksesan di sektor ini juga membutuhkan perencanaan yang matang, manajemen yang baik, dan pemahaman mendalam tentang pasar.
“Bisnis properti adalah bisnis jangka panjang yang membutuhkan visi dan komitmen yang kuat.” – Seorang pengamat properti.
Baca juga: Selamat Hari PKH ke-18: Lampung Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045!

3 thoughts on “Daftar 7 Orang Terkaya Indonesia dengan Kerajaan Properti di Asia!”