“Kalau jalanmu lurus-lurus saja, itu bukan ke Bangkunat.”
Pesisir Barat – Pernyataan ini bukan sekadar lelucon lokal, tapi memang realita yang dialami oleh para pejuang sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) saat melakukan perjalanan P2K2 ke empat pekon akses di Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat: Way Haru, Siring Gading, Bandar Dalam, dan Way Tias. Bukan cuma penuh liku, perjalanan ini lebih mirip petualangan ala Indiana Jones, hanya saja, tanpa cambuk dan tanpa efek CGI.
Namun, jangan salah sangka. Di balik canda tawa, ada semangat luar biasa dari para Sumber Daya Manusia (SDM) PKH Pesisir Barat yang tanpa pamrih menembus hutan, menyeberang sungai, bahkan merayap di tebing-tebing tanah demi satu tujuan : mendekatkan harapan ke masyarakat terpencil.
Apa Itu P2K2 dan Kenapa Harus ke Ujung Dunia?
Sebelum kita lanjut ke kisah jalan berlumpur dan jembatan hampir putus, mari kita sedikit serius. P2K2 atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga adalah kegiatan rutin dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Materi-materi yang disampaikan mencakup pendidikan anak, kesehatan, pengelolaan keuangan, hingga pengasuhan anak.

Namun, di daerah seperti Bangkunat, khususnya di empat pekon akses ini, menyampaikan edukasi tidak semudah membuka Zoom meeting dari rumah sambil ngopi. Di sini, sinyaaaallll… adalah kemewahan. Bahkan terkadang, sinyal asap pun tak berlaku. Jadi, satu-satunya cara adalah datang langsung, walau itu berarti harus berangkat jam 5 pagi dan pulang dengan aroma lumpur campur minyak angin.
Baca Juga: Kisah Inspiratif KP PKH Siti Marhamah Bangkit Lewat Usaha Keripik Singkong di Lampung Tengah

1 thought on “Perjuangan Menggugah di Ujung Lampung: Demi P2K2, Mereka Taklukkan Jalanan Bangkunat”